Tuesday, January 1, 2019

Terlahir Dari Keluarga Biasa

Setiap Manusia memiliki Takdir Hidup, pun yang terjadi pada diri ini
Takdir Pencipta menentukan, bahwa aku adalah seorang perempuan yang terlahir dari keluarga biasa
di suatu tempat asri, berudara sejuk, penuh dengan keramahan lingkungan
di Desa yang tak begitu dekat dengan hiruk pikuk manusia
di Desa yang hanya ada suara gembira hewan-hewan sawah di kala pagi, siang, dan malam
ya, aku terlahir dari keluarga biasa saja
kami hidup ramah, bertetangga tak penuh sangka

Ayah ku seorang pembelajar kehidupan sejati
yang terus mencari jati diri dari setiap sisi kehidupan
Ia, hadir menjadi Tonggak dalam Rumah kami
dipenuhi rasa was-was ketika ayah pergi menjauh dari Desa kami
Ya, Ayah pergi mengeja Takdir Pencipta yang ada pada Hamparan Bumi-Nya yang lain

Memulai Kehidupan baru kami dengan bertahan hidup di bumi-Nya yang lain
Kadang Terasa Tak adil, untuk merasa layak hidup saja, kami harus dipisahkan jarak
Namun sekali lagi semua ini aku yakin adalah Takdir Yang Menciptakan Diri
Mau tak mau ini lah yang harus terjadi dalam hidup ku
Ya, Inilah Takdir Hidup yang harus aku jalani
Berjarak untuk Merasakan Hidup Layak

Waktu terus berjalan hingga ada waktu untk bersua dan melepas rindu, kami berkumpul bersama
Bercerita semua yang terjadi pada Takdir Hidup kami masing-masing
Kami Yakin Semua Kelelahan akan berujung sebuah kebahagiaan, jika terus di lengkapi dengan kesyukuran
kami yakin keluarga kami, akan  berpisah dan bertemu kembali
Hingga Ayah ku, selalu berazam dalam dirinya bahwa "Anak ku, Harus Hidup lebih baik dariku"

Seperti Beban Moril Hal itu dalam hatiku
Seperti ada Hutang Budi yang begitu besar untukku, jika hidup ini tak sesuai apa yang Pejuang Keluarga ku inginkan.
Aku memang lahir dari Keluarga Biasa, namun semua orang dalam keluarga ku berkompetitif untuk terus melakukan yang terbaik dalam hidupnya, meski entah apa yang akan terjadi dengan Takdir-Nya pada Kami
Kami Lahir Hanya berusaha dan berdo'a
Seraya berusaha mengeja takdir hidup kami
Takdir yang  pasti terbaik dari-Nya
Takdir yang pasti tak akan membuat kami Ingin Mundur dar Hidup Kami

Bogor, 1 Januari 2019
Riyas Yayuk Basuki, SE